Selamat membaca puisiku, salam literasi^-^
Asa diujung Harapan
(Sintia Devrianti)
Ada yang hilang dalam jiwaku
Kutersudut di dalam bayang-bayang angan.
Entah mengapa ragaku tak beriringan dengan seuntai kata yang sempat terucap.
Ku ingin melangkah dalam ruang gelap ini tapi ku terhenti oleh dimensi waktu.
Gelisah....
Itu yang kurasakan, andai jiwaku mampu untuk menerobos keresahan ini, pasti kurasakan ketenangan yang abadi.
Sejatinya, semua relung dalam jiwaku merasakan sesuatu hal yang tak pernah kurasa sebelumnya.
Jenggah kurasa, ingin terbebas oleh ikatan resah dan gelisah.
Tuhan..
Beri aku 1 hari untuk hilang dalam anganku.
Beri aku 24 jam untuk menuntaskan asa yang tak bertepi ini.
Jika hilang resahku ini, maka hilanglah semua angan dan asaku jua.
Teruntuk harapan....
Mengertilah, karena jiwaku begitu resah ketika engkau datang.
Berhentilah menghantuiku, sebab ku takut, cemas dan sedih.
Resah diujung harapan itu tidak enak, rasanya seperti "Buku tanpa Tulisan".
Jadi, segeralah engkau lenyap dalam hidupku.
(JAMBI, 15 Maret 2018)