Telah kita ketahui bahwa peran mikroorganisme sangat penting bagi tanaman. Terutama berguna untuk membantu kesehatan dan penyerapan unsur hara dalam tanah.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa nasi basi bisa dijadikan MOL sebagai cairan pengganti bahan kimia. Karena selama ini biasanya cairan yang digunakan untuk pembuatan pupuk kompos berbahan kimia.
Nasi basi sering menjadi limbah terbuang begitu saja. Biasanya nasi basi ini dibuang ke tempat sampah, drainase, atau diberikan sebagai bahan pakan ternak. Padahal nasi basi bisa dijadikan bahan bioaktifator, unsur pembuatan pupuk kompos.
Nasi basi yang sudah menjadi cairan ini jauh lebih bagus dalam mempercepat proses pembusukan sampah. MOL mengandung mikroorganisme yang terdiri dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar, mudah didapat tanpa harus mengeluarkan uang banyak.
MOL (mikroorganisme lokal) adalah cairan yang mengandung mikroorganisme yang terdiri dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita, dan mudah didapat tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Media untuk tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme berupa nasi bekas atau nasi basi, sangat berguna sekali dalam mempercepat hancurnya bahan organik sampah oganik (dekomposer) secara alami.
Adapun tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan MOL (Pupuk cair berbahan nasi basi)
2. Untuk mengetahui manfaat dari MOL (Pupuk cair berbahan nasi basi)
3. Untuk mengurangi limbah dari nasi basi yang seringkali terbuang dengan sia-sia.
A. Cara Membuat MOL Nasi Basi
Alat
Alat yang diperlukan untuk membuat pupuk cair organik dari nasi basi yaitu:
-Kaleng atau botol plastik (2 buah)
-Botol kapasitas 2 liter
-Kain kasa
Bahan
Adapun bahan yang perlu diperiapkan yaitu:
-Nasi basi
-Gula pasir (5 sendok)
-Air 1,5 liter (jangan gunakan air PAM karena sudah tercampur dengan bahan kimia) bisa menggunakan air kolam atau air sumur.
Langkah pembuatan MOL Nasi :
Tahap I.
– Nasi bekas atau nasi basi kita buat bulat sebesar bola pimpong, sebanyak 3-4 bulatan.
– Setelah itu, nasi basi yang telah dibentuk bulat sebesar bola pimpong kita simpan di dalam wadah (kaleng/botol plastik) kemudian ditutup rapat.
– Letakkan botol berisi nasi basi ditempat yang tidak langsung terkena sinar matahari.
– Setelah 1 minggu, nasi basi akan ditumbuhi jamur (cendawan) yang berwarna merah hingga kekuning-kuningan.
Tahap II.
– Siapkan botol kapasitas 2 ltr air.
– Masukan nasi basi yang telah ditumbuhi jamur kedalam botol.
– Buat larutan air bercampur gula pasir atau sirup manis. Perbandingan antara air dan gula pasir atau sirop manis adalah; 1,5 ltr air : 5 sendok gula pasir atau sirop manis. Gula adalah sumber makanan dan hidupnya bakteri yang ada di jamur, (Untuk membuat cairan gula kita bisa rebus terlebih dahulu air sumur yang sudah disiapkan. Kemudian masukkan gula aren atau pasir ke dalam air yang sudah mendidih. Kemudian dinginkan 5-10 menit cairan gula yang sudah jadi).
– Masukkan larutan air gula pasir atau sirop kedalam botol yang berisi nasi basi yang telah ditumbuhi jamur.
– Botol yang berisi campuran nasi basi dan gula pasir atau sirop lalu ditutup.
– Setelah 4 hari, botol dibuka sambil dikocok, agar nasi basi dan gula bercampur merata. Perlu diperhatikan dalam mengocok larutan, agar sesekali botol dibuka agar kandungan gas-gas yang ada dalam botol dapat keluar. Tekanan gas yang ada di dalam botol cukup tinggi, hingga cukup mengejutkan bila tutup botol dibuka selesai cairan pupuk dikocok.
– Tutup kembali botol, dan simpan kembali.
– MOL sudah dikatakan siap pakai, apabila tercium bau masam manis seperti tapai yang keluar dari dalam botol hasil fermentasi nasi basi dan gula pasir.
– Saring cairan MOL dengan kain kasa, kemudian masukan kedalam botol, dan MOL siap untuk dipakai atau dipasarkan.
– Ampas sisa MOL bisa dimanfaatkan kembali yaitu dengan menambahkan cairan gula seperti yang telah tertera di atas. Untuk membuat pupuk cair MOL ukuran 1-2 ltr dibutuhkan 3-4 bulatan nasi basi yang telah difermentasikan dicampur dengan larutan 2 ltr air dan 5 sendok gula pasir.
Jika ingin mendapatkan pupuk cair yang lebih banyak, kita tinggal melipat gandakan saja perbandingan antara nasi basi dan larutan gula pasir. Menggunakan MOL (pupuk cair) untuk tanaman, perlu diperhatikan aturan pakainya.
Penggunaan pupuk cair yang disiramkan pada tanaman terlalu berlebihan, bisa berakibat tanaman akan layu dan mati. Untuk mencegah hal itu, maka diperlukan perbandingan pakai pupuk cair untuk memupuk tanaman. Perbandingan pemakaian pupuk cair untuk tanaman adalah 1 pupuk cair : 5 air.
B. Manfaat MOL Nasi
Keunggulan utama penggunaan MOL adalah murah bahkan tanpa biaya, selain itu ada beberapa keuntungan :
-Mendukung pertanian ramah lingkungan
-Dapat mengatasi permasalahan pencemaran limbah pertanian dan limbah rumah tangga
-Pembuatan serta aplikasinya mudah dilakukan
-Mengandung unsur kompleks dan mikroba yang bermanfaat dalam produk pupuk dan dekomposer organik yang dihasilkan.
-Memperkaya keanekaragaman biota tanah
-Memperbaiki kualitas tanah dan tanaman
C. RENCANA KEGIATAN
A. Waktu dan Tempat
Kegiatan Penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah nasi basi menjadi pupuk cair akan dilaksanakan pada hari Senin, 18 Maret 2019 bertempat di Balai Desa di Desa Anggrek.
B. Alat
Alat yang dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan ini antara lain:
-Sample (contoh dari MOL nasi)
-Laptop
- Infocus
-Microfon
-Sound sistem
-Snack untuk para tamu (Kue dan minuman gelas)
- Daftar Hadir
-Alat tulis, dan
- Kamera untuk dokumentasi.
C. Sasaran
Sasaran kegiatan Penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah nasi basi menjadi pupuk cair adalah pengurus dan anggota Kelompok tani di Desa Anggrek yang berjumlah 100 orang, agar kelompok tani di Desa tersebut mengetahui bagaimana cara pembuatan MOL nasi serta manfaatnya.
D. Materi
Materi yang akan disampaikan pada kegiatan Penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah nasi menjadi pupuk cair di Kelompok tani Desa Anggrek adalah cara pembuatan MOL nasi dan manfaatnya.
E. Evaluasi
Evaluasi dilaksanakan pada saat kegiatan sedang dilakukan dan sesudahnya yaitu dengan cara memberikan penilaian, yang tujuannya untuk mengetahui orientasi keberhasilan dari kegiatan ini yang dilihat dari beberapa indikator pengevaluasian.
D. KESIMPULAN
Demikian proposal kegiatan penyuluhan mengenai Pemanfaatan Limbah Nasi menjadi Pupuk Cair di Desa Anggrek ini saya susun. Kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat sesungguhnya merupakan bentuk nyata dari sikap sosial kita sebagai makhluk sosial. Untuk itu, suksesnya kegiatan ini perlu didukung oleh segala pihak. Besar harapan agar kegiatan ini dapat berjalan sesuai harapan. Aamiin. Atas kerjasama dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar